Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #imaginasi #fiktif

Diary KTTA -Pekan 1-

Dear Diary, kadang hati berbisik untuk melukiskan cerita sederhana. Kebahagiaan sederhana, Kesedihan sederhana, dan bagaimana jarum jam berputar sederhana tak pernah berhenti. Berhenti diujung ketika jiwa dan ingatan dibiarkan pergi meninggalkan raga. benarkah ? cerita sederhana tergambar dalam sebuah cerita "My Neighbor Totoro" film yg diproduksi era tahun 80-90an yg begitu sederhana. Tawa sederhana. Tangisan sederhana. Seperti meneriakkan bahwa aku tertawa karna bahagia. Atau memandang tanah dan menangis karna aku sedih. Kehidupan yang hanya mendengarkan sebuah suara daun terjatuh dari rantingnya, menikmati hembusan angin di tengah hutan, bergelayutan dan diam terduduk diatas dahan pohon, menemani adik tercinta yg sibuk memandangi kepiting yg bergerak menggelikan. Tawa itu, sesederhana bagaimana diriku tertawa lepas dan menerima kehadiran totoro, totoro yg datang membawa keceriaan dan menjadi bagian cerita dari perjalanan dua gadis kecil yg terlena sepi nya waktu y...

Impian Aisha

pict :  https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSMJlrRLRwFLZc_tzrFrh76J31KeE9gG8-tA5oBCvyLl_JAjITd Aisha bertengkar dengan kakak nya siang itu, mengancam tak akan makan sampai kakak nya minta maaf. Namun pelukan hangat sang ibu yang merayunya tak bisa di abaikannya. Luluh sudah segala amarahnya. Makan malam itu. Ayah ibu dan akak.Aku bercerita tentang semua teman baru ku hari itu di sekolah. dan ibu kan semangat mendengar cerirtaku dengan sesekali menambhkan nasi dan lauk ke piringku. Ayah seperti biasa juga mendengarkan sambil menimpali. Hingga malam itu tiba, aku tau mimpi itu mimpi terburuk dari anak seperti diriku,dan mimpi itu menjadi kenyataan. Makan malam impian yang hanya tinggal impian. Malam itu aku benar benar marah. semarah marahnya. tanpa rayuan ibu dan pelukan hangatnya. Tinggal kakakku di luar kamarku sendirian, membujukku dengan segala macam cara untuk makan. Masih teringat pilu wajah ibu yg memintaku untuk mengerti dan ayahku yg ta...

Gadis Kecil dan Jalan Setapak

pict :  https://hdwallpapers.cat/totoro_and_mei_excursion_fan_art_grass_tv_hd-wallpaper-1439632/ Prolog                 Seorang anak berjalan menyusuri jalan setapak, berjalan langkah demi langkah. Kesunyian hutan itu memberikan raung yang jelas bagi langkah kaki mungilnya. Tak jauh dari tempatnya berdiri nenek tua sedang sibuk membersihkan pelataran rumahnya. Tanpa berpikir panjang, di peluknya nenek itu dari belakang.“nenek” manjanya aku berhasil mendapatkan point sempurna di ujian hari ini. Sang nenek yang kaget dengan pelukan itu, hanya tersenyum dan menggendong cucu nya itu, “nenek telah buatkan sup kesukaanmu, hadiah bagi cucu nenek yang terpintar” ----------                 Rangkuman, retorika, kilasan, ataupun patahan yang tersisa tenggelam dalam laju waktu dan kenangan yang tersimpan. Bayangan itu akan berputar s...

Bintang kegelapan (?)

dikatakan. seorang anak menemukan mentari baru, sinarnya menguatkannya dari dalam, menerangi ruang gelap, memberikan harapan, menghujam waktu dan menyalakan nya, menyala bintang itu di letakkannya jauh di atas sana, menjulang di antara biru langit, jauh tapi terang, pandangan tajam itu terpatri berjanji untuk menggapainya, seketika tak menunggu detik berikutnya bergeming. aku. seseorang di luar mentari, di luar semuanya. seseorang yang menyaksikannya dari sudut gelap. menahan nafas, aku merasakannya. Mempersiapkan takdir yang akan datang, menyiapkan segala hal yang di perlukan untuk ikhlas pergi. Mentari yang datang dan mengaburkan pandangannya akan sosok aku. aku akan segera hilang, bersama waktu dan perjalanannya menggapai bintang, biarkan aku hilang dalam diam, tak tega mengusiknya~ aku tau bintang dan terangnya mentari lebih baik di sisi nya, tapi pilu yang menyeruak ini menjadi bukti bahwa aku juga masih manusiawi tidak rela di lupakan. cerita ini belum selesai. 1 j...

Negeri Avena Part 2

Hal yang aneh, aku tak egois kok, gumamku. Aku hanya penasaran, tapi ingin ku telusuri negeri ini sendiri, untuk sementara, biar biar aku sendiri, diam diam ke sini sepulang dari sekolah. Ku telusuri batu warna pintu masuk ke negeri itu. Loncat loncat batu terakhir jingga, dan tada negeri itu terhampar. Hmm, kemanakah aku ? Kemarin setelah aku bermain di bawah air terjun kristal itu dan menyusuri jembatan menuju rumah itu aku kelelahan. Masih tersimpan dendam bahwa suatu saat pasti aku bisa mencapainya. Oke coba check bagian lain dari negeri ini. Ku telusuri rumput putih ini, lucu :-) bahkan bayangan diri ku yang jatuh tak tampak di atasnya. Atau mataharinya yang aneh ? Ku pandang ke atas ? Tak ada yang unik dengan matahari di atas sana. Oke abaikan, aku tak begitu tertarik membahasnya, karna jika terus ku fikirkan maka akan berakhir dengan perdebatan memusingkan teori fisika bahwa setiap benda harusnyalah mempunyai bayangan ketika terkena cahaya matahari. Anggap saja rumput ini ta...

Negeri Avena part 1

{BTS} Aku heran otak ini sekali kejedok hobi, sulit berhentinya, 2 hari ini sibuk gambar, bikin cerita, bayangin moment, otak atik kata, nulis sana2 sini dan berakhir klimaksnya ada di cerita imaginasi. Cerita ini di tulis di saat dosen menjelaskan dan ilmu sudah teramat sulit masuk ke otak #maafkan aku guru. di saat ada sedikit rasa kecewa dengan ketidakjujuran manusia. ada sebuah cerita dongeng dunia khayal yang di buat dengan ide absurd, yuk mulai :) NEGERI AVENA PART 1 Langkah. dam dam. buram. tapi ada satu dua tiga batu jalan setapak yang bisa aku ikuti. batu batu itu berubah warna di setiap ku pijakkan kaki ku di atasnya. mejikumeji.... 10 menit jalan ini berakhir pada batu berwarna jingga, selanjutnya batu jinga itu menghilang, cepat cepat aku harus melompat ke depan, dan astagaaa ! di depan ku terhampar padang rumput berwarna putih, anehnya padang rumput dengan air terjun pelangi di atasnya, bukan bukan, itu jembatan, di ujung jembatan terdapat rumah. apakah itu rum...