Langsung ke konten utama

Postingan

Diary KTTA - Pekan 2-

Pict :  http://img14.deviantart.net/3ed5/i/2015/140/1/d/totoro_march_by_inveeous-d8u4rmr.png Prolog : Ada siang ada malam. Ada lautan ada daratan. Ada gunung ada pantai. Ada sesuatu yg selalu diciptakan berlawanan, kadang untuk menjadi pasangan atau menjadi pemandangan yang indah bagi setiap mata yang memahaminya lewat rasa syukur. Bisikan di sepertiga malam hari, di mana ketika langit masih pekat, ketika suara masih teredam oleh lelap, didalam dinginnya gemericik air wudhu, sayup sayup kesibukan diantara kesunyian, dan sajadah tempat bersujud yg tergelar lapang diantara doa doa. hati berbisik "ada kesulitan maka ada kemudahan ingat itu, bertahan" ---------- Diary KTTA hari ke 8 Pengerjaan - Jumat Berhenti sejenak, berbelok menikmati secangkir teh hangat di pelosok desa yg terlewati. Sedikit sisa kekhawatiran dan kerjapan mata berjanji usai ini akan melanjutkan perjalanan. Diary KTTA hari ke 9 Pengerjaan - Sabtu Memulai kembali, itu yang susah, terbangun di p...

Diary KTTA -Pekan 1-

Dear Diary, kadang hati berbisik untuk melukiskan cerita sederhana. Kebahagiaan sederhana, Kesedihan sederhana, dan bagaimana jarum jam berputar sederhana tak pernah berhenti. Berhenti diujung ketika jiwa dan ingatan dibiarkan pergi meninggalkan raga. benarkah ? cerita sederhana tergambar dalam sebuah cerita "My Neighbor Totoro" film yg diproduksi era tahun 80-90an yg begitu sederhana. Tawa sederhana. Tangisan sederhana. Seperti meneriakkan bahwa aku tertawa karna bahagia. Atau memandang tanah dan menangis karna aku sedih. Kehidupan yang hanya mendengarkan sebuah suara daun terjatuh dari rantingnya, menikmati hembusan angin di tengah hutan, bergelayutan dan diam terduduk diatas dahan pohon, menemani adik tercinta yg sibuk memandangi kepiting yg bergerak menggelikan. Tawa itu, sesederhana bagaimana diriku tertawa lepas dan menerima kehadiran totoro, totoro yg datang membawa keceriaan dan menjadi bagian cerita dari perjalanan dua gadis kecil yg terlena sepi nya waktu y...

Jendela Kereta - Aku Pulang 2

سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ   Kebahagiaan nyaris sempurna. rasanya beribu ribu syukur kadang manusia terlalu pelupa melupakan nikmat disaat diuji. Lalu tersenyum simpul kereta berjalan lambat meninggalkan stasiun senin menuju kampung halaman tercinta. Skenario yang nyaris sempurna. Bagaimana segala penat dan perjuangan melewati seleksi rutin dari DO dan pekan uas pun berakhir dengan segala usaha,  2 hari yang indah liburan di bogor, dan sekarang celoteh canda itu menyisa tawa di setiap orang, teman seperjuangan yg terlibat percakapan ringan di gerbong kereta. Kadang terucap sampai jumpa, ketika jendela kereta ini menjauhi keramaian stasiun dan menyisakan pemandangan rumah rumah yg melaju semakin cepat. Canda yg masih terdengar, dan hati yg hangat karunia kebahagiaan dari Sang Maha Pencipta. Allahu Akbar. Sampai Jumpa lagi! Jakarta Kita bertemu lagi usai kulepas rindu pada orang tercinta yg telah menantiku di sana. S...

Langit Senja; Muhasabah

Biru muda, nila, putih,emas, abu2, oranje, langit bertaburkan 6 warna. Ringan terlukis di seantero kanvas hamparan langit. Halus, sesekali bergerombol berbaris membentuk garis lurus. Lalu pola itu hilang dan kabur. Langit senja, pelosok desa indonesiaku. Belum kering tanah yang kuinjak, belum redup cahaya sore, belum hilang sisa molekul air Setelah hujan mereda Belum senyap suara sayup adzan di pelosok masjid. Pelan kusebut namaMu akan kekaguman langitMu, Subhanallah... Ternyata masih ada cinta dan rindu dlm hati manusia yg fana ini. Thankful ❤ Sore dan keheningan di pelosok kampung halaman, ada ketentraman dan ketenangan di jiwa yang beriman pada agama, meyakini dalam hati, melafalkan dengan lisan, dan melakukannya dengan perilaku, beriman sepenuhnya, menjadi manusia yg mulia di hadapanNya manusia yg bertawakkal. ---- 3 bulan lalu ------ Hari ini aku berperang dengan bisikan dalam hatiku, ku telusuri mana yg tak ikhlas, lalu ketemukan di sudut hatiku bahwa ada ...

Impian Aisha

pict :  https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSMJlrRLRwFLZc_tzrFrh76J31KeE9gG8-tA5oBCvyLl_JAjITd Aisha bertengkar dengan kakak nya siang itu, mengancam tak akan makan sampai kakak nya minta maaf. Namun pelukan hangat sang ibu yang merayunya tak bisa di abaikannya. Luluh sudah segala amarahnya. Makan malam itu. Ayah ibu dan akak.Aku bercerita tentang semua teman baru ku hari itu di sekolah. dan ibu kan semangat mendengar cerirtaku dengan sesekali menambhkan nasi dan lauk ke piringku. Ayah seperti biasa juga mendengarkan sambil menimpali. Hingga malam itu tiba, aku tau mimpi itu mimpi terburuk dari anak seperti diriku,dan mimpi itu menjadi kenyataan. Makan malam impian yang hanya tinggal impian. Malam itu aku benar benar marah. semarah marahnya. tanpa rayuan ibu dan pelukan hangatnya. Tinggal kakakku di luar kamarku sendirian, membujukku dengan segala macam cara untuk makan. Masih teringat pilu wajah ibu yg memintaku untuk mengerti dan ayahku yg ta...

Gadis Kecil dan Jalan Setapak

pict :  https://hdwallpapers.cat/totoro_and_mei_excursion_fan_art_grass_tv_hd-wallpaper-1439632/ Prolog                 Seorang anak berjalan menyusuri jalan setapak, berjalan langkah demi langkah. Kesunyian hutan itu memberikan raung yang jelas bagi langkah kaki mungilnya. Tak jauh dari tempatnya berdiri nenek tua sedang sibuk membersihkan pelataran rumahnya. Tanpa berpikir panjang, di peluknya nenek itu dari belakang.“nenek” manjanya aku berhasil mendapatkan point sempurna di ujian hari ini. Sang nenek yang kaget dengan pelukan itu, hanya tersenyum dan menggendong cucu nya itu, “nenek telah buatkan sup kesukaanmu, hadiah bagi cucu nenek yang terpintar” ----------                 Rangkuman, retorika, kilasan, ataupun patahan yang tersisa tenggelam dalam laju waktu dan kenangan yang tersimpan. Bayangan itu akan berputar s...

Inspirasi Bumi cinta, Muslim Kaffah !

----------- Pembantian Sabra dan shatila ----------- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Sabra_dan_Shatila pict :  https://www.google.com/search?q=pembantaian+sabra+dan+shatila&source=lnms&prmd=inv&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjflYL-7L_KAhWIHo4KHSYLAeEQ_AUIBygB&biw=601&bih=776#tbm=isch&q=save+palestine+child&imgrc=IlSDT-PzC0pIoM%3A Pada hari Jumat, 18 September, sementara kamp-kamp itu masih disegel, beberapa pengamat independen berhasil masuk. Di antara mereka adalah seorang wartawan Norwegia, diplomat Norwegia, Ane-Karine Arvesen, yang mengamati kaum Falangis pada operasi-operasi pembersihan mereka, yang menyingkirkan mayat-mayat dari rumah-rumah yang dihancurkan di kamp Shatila.” [Harbo, 1982] Pasukan-pasukan Falangis tidak meninggalkan kamp-kamp itu pada pk. 5.00 pagi hari Sabtu, seperti yang diperintahkan. Mereka memaksa mereka yang masih tersisa untuk berbaris keluar dari kamp, dan secara acak membunuhi mereka, sementara y...