Langsung ke konten utama

Sketsa Waktu

Sketsa wajtu adalah rentetan kisah, 1 paragraf yang akan mewakili perasaan sepanjang tahun. Waktu yang begitu cepat melaju bersamaan dengan ketidaksadaran diri ini atas nilai berharganya. 1 paragraf yang diharapkan akan mewakili, menautkan rasa kala itu dan menjadi pengingat. Dikala sulit, bahwa banyak hal baik atas nikmat waktu yang telah Allah beri, Dan tugas hamba untuk bersyukur dan berupaya yang harus selalu dikedepankan. 





sosok itu membuka mata, ada rasa yang aneh, rasa aneh di mana ada yang harus ku lakukan di setiap detik, menarik nafas, bernafas, yap? setiap detik ? bukannya itu melelahkan ku coba berhenti bernafas tapi rasanya sakit :( nah ? oke aku akan mulai belajar bernafas.

1 hari aku membuka mata, ada 2 sosok yang selalu ada di setiap aku membuka mata, sosok itu begitu besar di mataku, sesekali menutupi terang dari atas sana.

2 hari ketika aku berteriak dan mengeluarkan suara, dan seperti ada dorongan dari dalam untuk tersenyum,, orang disekitarku begitu bahagia menatapku.

1 tahun .... banyak hal yang aneh, yang aku tau, mama ku bakal marah ketika aku melakukan hal hal yang tidak do perbolehkan. dan aku akan mundur dari segala sesuatu. ayahku ? yang hanya terlihat di pagi hari? sisa nya ? aku tak tau.

2 tahun aku berjalan belajar membopoh dinding aku ketakutan ketika benda keras itu membentur kepalaku sakit :"

3 tahun hehe aku mempunyai banyak teman, aku tau banyak hal yang tidak di sukai mamaku. ketika jam menunjukkan pukul 12.00 maka mama ku akan berubah menyeramkan dan aku harus tidur. ayah ? ayah yang paling sabar ketika aku takut dengan kemarahan mama aku lari ke ayah.

4 tahun, ada banyak hal yang mulai ku kenal, banyak mainan, mulai dari ayam ayam berwarna yang untuk mendapatkannya aku harus menangis merintih di jalan :D metode paling tepat untuk meminta sesuatu. kakak ku ? aku baru tau aku punya kakak. rambut nya keriting besar dan aku suka main dengan rambutnya.

5 tahun, mama ayahku berbicara serius di meja makan. aku sendiri dipojok sini, sambil mencemberutkan bibir aku memaksa. aku ingin sekolah seperti sherli tetangga sebelah, pingin punya tas barbie, pakai sepatu dan pergi keluar setiap pagi.

6 tahun, aku dirumah nenek, hari ini nenekku sekali lagi marah dan menggandengku ke toko atk. untuk kesekian kalinya penghapusku hilang disekolah.

7 tahun. aku sedih. banyak hal yang ingin ku ungkapkan tapi aku tidak tau bagaimana menjelaskannya. aku ingin ikut ayah. ke sana, tak ingin sekolah lagi. dan aku bersikeras berhenti sekolah.

8 tahun. sekolah baru ku, Madrash Ibtidaiyah,  tas baru, seragam baru, berwarna hijau. di gandeng mama, dan perbekalan makanan aku berangkat. sedikit malu aku memperkenalkan diri

9 tahun. kelas 2 sd aku sudah terbiasa berangkat sekolah sendiri. hari ini bu guru mengajariku sholat. menghafal bacaan sholat sesekali temanku mengagetiku dari belakang ketika aku lengah.

10 thn, kelas 3 sd, sekolahku semakin siang pulangnya, belajar b.ind aku mengeja kalimat di buku itu. sepulang sekolah agenda biasa adalah pergi kelapangan lambau dan bermain kubanga  lumpur di sana, saling dorong dan appaun, lalu mandi di rumah ilma, baru pulang. seperti itu aku buat seragam olahragaku selalu kotor.

11 thn,kelas 4 sd, aku melirik dari dalam kelas, ada barisan segerombolan orang bernyanyi aku ingin ikut :( ku pandangi mereka bernyanyi sepanjang pelajaran ppkn di dalam kelas. hari itu aku jadi pecundang, setelah gladhi resik fashion show busana muslim dan wajah ceria mama yg membelikanku baju baru untuk fashion show. aku memilih diam menangis dan pucat karena takut dan malu untuk tampil.

12 thn, kelas 5 sd, aku sudah bisa main volli, mewakili kelas aku dikorbankan menjadi pemain, oke. mempermalukan diri di depan seluruh angkatan it is fine. dan bola itu melambung seperti biasanya jauh dari peradaban. agenda abnormal adalah agenda ngobrol ku dengan vir di gapura gerbang sekolah di setiap istirahat sambil makan mie di depan sekolah kami mengukir mimpi di buku persahabatan kami.

13 thn,kelas 6sd, tahun terakhir, dari kesemuanya, segala kesibukan tahun ini adalah tahun tersibuk untuk belajar. berbagai try out hingga doa bersama terus di giatkan. dan skrng adalah waktu rekreasiku ke lamongan. dengan memakai kerudung kakak ku yng kusuka aku berpose manis di foto album itu.

6 sd aku di wisuda. ada kebanggan karena di situ aku tuangkan segala kebanggan pada mama ayahku, menerima piala aku tersenyum ke mereka.

14 thn, betapa perjalanan ke sekolah baru ku semakin jauh, tapi 2 sosok itu selalu menemani perjuanganku. Sesampai digerbang aku bertemu semua teman baru dan guru, sekolah baru

15th, menjadi anak SMP yang sibuk dengan program bilingual, pagi siang soreku yang selalu terisi dengan pelajaran dan tugas, dilanjutkan dengan jadwal les sore dan nonton sinetron favorit dimalam hari. 

16th, menjadi anak kelas 9 SMP, kegiatan sekolah semakin padat namun tak juga membuat kegiatan ku di PMR semakin sedikit, hari ini jadwal latihan ekskul dan tentu saja jadwal les yang selalu menjadi penutup sore. tersnyum sejenak disela menunggu guru masuk kekelas, rerimbunan daun yang selalu menjadi penghibur suntuk, di Lantai 2 kelas ku.

17th. Jadi seperti ini sweet seventeen, dari berbagai gejolak mekanisme penerimaan SMA, berlabuh pilihan ku pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang ini, tau ? bukan karena torehan prestasi ataupun saran kerabat hanya 1 alasan, alunan murottal yang langsung menyentuh hatiku ketika pertamakali kuinjakkan kaki di sekolah benuansa hijau ini. Aku rindu sekolah islam.

18th, siapa yang sangka pilihanku mengikut program akselerasi, menjadikan tahun ini tahun terakhirku di sekolah ini, dengan berbagai pengalaman dan kehiduapan asrama Ma'had Darul Hikmah, aku enggan berpisah dengan sekolah dan kehidupanku disini. 

19th, jadi seperti ini pejuang universitas ? kali ini aku tengah berjuang bersiap mengikuti Ospek, Ujian dasar fisika murni dan beberapa jadwal seleksi USM STAN. Menjadi anak ingusan perdana memasuki lingkungan perkuliahan, wajah malu - malu ketika berjalan melewati lapangan basket tempat banyak orang berkerumunan. Selamat mendewasa

20th, Halooo, 2 tahun sudah merasakan menjadi anak kuliah, dengan takdir yang luar biasa, LDR ku semakin terpantau jauh dari kampung halaman. Tangerang, Bintaro. Kampus STAN tercintaku dengan kehidupan Kos, SMC, STANIC, Al Lughoh, IMMA. Ketika dosen memberi tugas kelompok atau menantang kami pun masih bisa tertawa haha hihi sambil makan indomie di tempat favorit berkumpul. ketika ancaman DO menyerang, entah mengapa ketegangan itu akan cepat menghilang karna obat perjalanan panjang kami menuju pulang melewati persawahan 

21th, KTTA ? PKL ? TKD ? inilah kehidupan mahasiswa tingkat akhir. rasanya lebih berat dibandingkan harus ikut capacity building dengan Kopasus 3 tahun beturut-turut. kali ini musuh kami adalah ketahanan mental dan ketekunan. ditengah ancaman "diusir" ibu kos karna maba banyak yang cari kos kosong sedangkan kami hanya kalangan yang tidak berpotensi karna akan segera hengkang, kami akan survived,

22th, Kehidupan kerja, OJT. ini adalah masa perpisahan dan pertemuan. Perpisahan yang masih memilukan karna kehidupan kerja yang membuat kami akan tersebar diseluruh nusantara dan tentu saja peluang reuni akan semakin kecil, serta pertemuan kami dengan teman se-esselon I, mengenal instansi penempatan dengan penuh penghayatan, semangat belajar lagi mulai dari 0 serta perjuangan dalam penentuan pasangan hidup

23th, Kalimantan, diawal tahun ini kehidupan mengantarkanku ke tempat asing pertama, dengan bahasa banjar, pesawat itu landing dengan aman, namun ada hati yang masih terpaut jauh dengan keluarga, andai andai dengan kepindahan dan penempatan ini keluarga yang tersayang bisa dibungkus dan dibawa dalam bagasi, namun penuh syukur penempatan pertama adalah keluarga, keluarga pertama bagaikan ibu, pengajar terbaik kami yang masih jalan tertatih tatih ditengah berat rasa karna jauh dari keluarga

24th, Jakarta, akhir tahun terindah yang ditutup dengan SK mengikuti suami, lalu disusul kembali dengan rasa sedih karna berpisah dengan keluarga di perantauan, yang selalu menemani disetiap masa, haru sedih namun senyuman merekah mereka yang selalu tertaut karna satu per satu kami mendekat ke keluarga. Jadi ? ayo beradaptasi kembali

25th, Ekpektasi yang selalu berbeda dengan realita. Realitanya kami yang selalu terpantau sibuk dan keadaan pandemi yang membuat rencana kepulangan ke Jogja-Malang dibatalkan. Kerinduan dan harapan yang pupus terwakilkan dengan vidcall dan jaringan internet yang mulai membaik. Semangat merindu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moment Hari Spesial

s atu rasa penyesalan dan satu rasa syukur kadang sengaja ingin menyimpan sebuah hari yg dikatakan "spesial" ada dilemma yg begitu runyam keceriaan yang selalu di ajarkan ataupun kebahagiaan dari setiap sapaan kerabat menjadi keraguan tersendiri ~2 tahun silam dari seorang teman SMA telah mengajarkan suatu makna ulang tahun sebenarnya~ ada rasa penyesalan dan sedih ada satu pesan yg masih teringat kebijaksanaan yg entah mengapa menjawab dilemma yg sudah lama ada rasa penyesalan dan sedih ketika hari spesial datang :' satu hitungan lagi usia kita berkurang ............. semoga lebih dewasa semoga berkah dan semoga selalu dalam lindunganNya seperti menelusuri jalan ke tempat tujuan artinya satu jalan setapak telah di lewati seperti menaiki tangga menuju tempat impian satu tangga telah di pijak setiap waktu adalah pedang bermata dua yg bisa menghujam atau memberi mu manfaat Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah men...

Sedikit Kata ~ Padang Pasir

Pict https://hdmessa.files.wordpress.com/2010/02/desert_oasis__libya-2.jpg ini yg di dapet dari hampir sebulan baca buku Fatimah Az-zahra~ Walaupun dilahirkan di Indonesia yg dari lahir jarang lihat gurun padang pasir~ dari cerita perjuangan Rasulullah SAW dalam ber-hijrah demi memperjuangkan agama rahmatan lil alamin :) coba bayangkan betapa panas dan keringnya, dengan kekuatan dan keyakinan iman berhijrah meninggalkan kota kelahiran dan rumah.  Dulu di sma~ salah satu alasan mengapa kita di anjurkan untuk melakukan rihlah agar bisa memaknai peristiwa sejarah islam di tempat yg kita kunjungi dan insyaAllah "padang pasir", saksi bisu bagaimana rasulullah dan sejarah islam berjuang sampai mencapai kejayaan nya adalah daftar tempat yg akan di kunjungi di masa depan ^.^ Dan ada satu hal tentang gurun pasir, puisi asal tapi bermakna jika kalian tau maksudnya #jadi coba pahami layaknya gurun yang begitu luas  seluas mata memandang seperti tanpa ujung. dari...

Payung Hitam di Bulan Agustus

Detik kian menerpa, Tak pernah berhenti sejenak Meski hati pilu, Air mata terurai Sore senja kala itu, dari kejauhan Potret kehidupan yang berulang Kali ini kematian menghampiri Sosok terhangat dikeluarga kami Kini telah terpisah Terbujur kaku dalam ruang Manusia yang lalai Selalu merasa tau tentang kematian tetapi, kala kematian menghampiri tertegun, sesak dan ketakutan Mama sayang Payung kehangatan kami telah berpulang kepada-Nya dalam keheningan dan pelukan terakhir kami ikhlaskan rasa kepada sang Pemilik Mungkin cukup sampai sini... Mungkin yang terbaik... dalam kata mungkin dan keraguan ada sosok tak berdaya yang mencoba mencari pencairan jalan keluar dari ruang gelap yang sesak perjuangan mama kami kehangatan dan samudra kasih Selamat istirahat mama sayang Sampai jumpa hingga takdir ini  juga menghentikan kehidupan kami Sampai jumpa mama atas izinNya kelak - 3 bulan kemudian -  Rintik hujan sesekali menghampiri Berteduh dibawah awan Melihat pelangi kemudian hujan kembali...